«

»

Jul 15

Press Release Hasil Tim Fisika Indonesia pada IPhO 2015

Acara tahunan Olimpiade Fisika Internasional (International Physics Olympiad/IPhO) ke 46 telah digelar di Mumbai, India pada 5-12 Juli 2015. Acara ini diikuti oleh 86 negara dengan jumlah delegasi sekitar 650 orang. Setelah peserta mengikuti tahapan tes Fisika Teori dan Fisika Eksperimen dilanjutkan dengan tahapan koreksi oleh tim juri dan moderasi nilai oleh para Pembina, akhirnya pada hari Minggu 20 Juli IPhO ditutup sekaligus pembagian medali.

Tahapan tes dilakukan dalam 2 gelombang. Tes pertama adalah Fisika Eksperimen yang dilakukan pada hari Selasa 7 Juli, dan kedua adalah tes Fisika Teori pada hari Kamis 9 Juli. Masing-masing tes berlangsung selama 5 jam dan keduanya diselenggarakan di Bombay Convention and Exhibition Centre. Tidak sedikit siswa yang dibuat “KO” lebih dahulu oleh soal Fisika Eksperimen, meskipun soal tes Teorinya relatif lebih mudah. Sangat banyak siswa yang merasa kekurangan waktu untuk mengerjakan soal Eksperimen. Sehingga tidak sedikit yang membiarkan kertas jawabannya kosong bersih karena mereka tidak tahu harus mengerjakan dan menjawab soal-soal itu seperti apa. Soal tes IPhO tahun ini banyak didominasi oleh isu optik, karena memang tahun 2015 adalah tahun optik. Sebagaimana biasanya soal Fisika Eksperimen terdiri dari 2 soal nilai total 20. Namun demikian kedua soal tersebut masih menggunakan alat eksperimen yang sama. Topik soal eksperimennya adalah tentang difraksi cahaya oleh pegas heliks dan double heliks. Fenomena ini adalah analogi dari model DNA dalam tubuh manusia. Jadi tujuan dari eksperimen ini adalah untuk mempelajari struktur DNA. Soal teori terdiri dari 3 nomor dengan nilai total 30. Kali ini soal teori didominasi oleh isu Fisika Modern meskipun ada juga di dalamnya topik-topik mekanika, fisika partikel, fisika termo, fisika listrik-magnet, inter-molekuler, dan gas discharge. Topik terbesarnya ada pada fisika modern. Soal T1 berbicara tentang Partikel dari Matahari (foton dan neutrino). Sementara soal T2 tentang Prinsip ke-ekstrim-an dalam mekanika, dan soal T3 tentang Desain Reaktor Nuklir.

Setelah melewati tahapan koreksi dan moderasi oleh tim juri bersama para Pembina dari masing-masing Negara peserta, ditetapkan para peserta yang berhak mendapatkan medali. Sesuai statuta IPhO maka ada 8% peserta mendapatkan medali emas, 17% peserta memperoleh perak, 25% peserta memperoleh perunggu dan 17% memperoleh Honorable Mention (HM). Dari 5 peserta Indonesia, 3 memperoleh medali perak, dan 2 perunggu. Hanya 1 negara yang kelima pesertanya dapat meraih medali emas yaitu China. Data perolehan medali serta asal sekolah siswanya bisa dilihat pada table berikut,

 

Nama Siswa Asal Sekolah Medali
1 Hugo Herdianto SMAK Penabur Gading Serpong, Banten Perak
2 Jason Kristiano SMAK 5 BPK Penabur   Jakarta Perunggu
3 Jaswin SMA Sutomo 1 Medan, Sumut Perunggu
4 Kevin Limanta SMA Intan Permata Hati Surabaya, Jatim Perak
5 Rhesa Edrick Tendean SMAN 9 Manado, Sulawesi Utara Perak

 

Tim Indonesia kali ini dipimpin oleh Syamsu Rosid (dari UI) dan Bobby E. Gunara (ITB). Tim juga didampingi oleh Rinto Anugraha(UGM) dan Eko Warisdiono (Direktorat PSMA) dan akan tiba kembali di Indonesia pada hari Senin 13 Juli 2015.

Dengan tulus hati kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia atas dukungan moril maupun materiil sehingga atas izinNya kami dapat meraih prestasi diatas. Semoga upaya ini semua berbuah kebaikan untuk bangsa dan Negara Indonesia tercinta.

Mumbai, India 12 Juli 2015

 

Tim Pembina Olimpiade Fisika

    1 comment

    1. rinto

      OK

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>